Liverpool Berhasil Depak Barcelona, Inilah Pelajaran Berharga yang Bisa Dipetik

Pecinta liga sepak bola pasti mengikuti jalannya pertandingan sepak bola champions league yang sedang berlangsung saat ini. Pendukung tiap tim menyemangati tiap tim yang didukung. Begitu juga dengan tim Liverpool dan Barcelona yang berlaga pada rabu, 8 mei 2019 lalu.

Bagi anda yang sudah menonton pertandingan ini, tentu anda sudah mengetahui kemenangan yang sangat dramatis oleh tim Liverpool atas Barcelona dengan skor 4-0 dalam leg kedua babak semifinal di Anfield pada hari Rabu, 8 mei 2019 dini hari. Dengan kemenangan ini, Liverpool yang berhasil lolos ke babak final Champions League 2018/2019

Empat Gol kemenangan Liverpool atas Barcelona ini dicetak Divock Origi pada menit ke 7 dan menit ke 79 serta Georginio Wijnaldum pada menit ke 54 dan menit ke 56. Liverpool sempat melayangkan tendangan sebanyak tujuh kali ke gawang dan empat diantaranya mencetak angka gemilang sementara Barcelona hanya lima kali saja.

Pada dasarnya penguasaan bola dari kedua tim relatif berimbang yaitu 47 berbanding 53 persen. Permainan cepat Liverpool mendominasi lawan dan membuat Barcelona tak berkutik. Barcelona tampak seperti kehilangan kepercayaan diri untuk menekan, dampak gol beruntun Liverpool.

Nasib Ernesto Valverde dan Lionel Messi

Setelah kekalahan Barcelona di champions league, Ernesto valverde, pelatih Barcelona berkemungkinan besar kehilangan jabatannya dalam musim yang sama. Meskipun telah berjasa membawa gelar juara La Liga dan berpeluang besar memenangkan Copa del Rey di pertandingan selanjutnya, kemungkinan ini masih cukup besar.

Hal ini karena Champions League adalah ajang yang ditargetkan oleh Barcelona setelah Real Madrid menjadi juara dalam tiga musim terakhir. Kegagalan Azulgrana dalam periode tersebut membuat pelatih selanjutnya wajib membawa piala itu ke Camp Nou dan hal itu juga gagal dilakukan oleh Valverde di musim ini.

Barcelona telah menelan kegagalan di champions league selama dua musim berturut-turut, yaitu kalah dari AS Roma pada musim 2017/2018 dan musim ini dikalahkan oleh Liverpool. Selain valverde, kekalahan ini juga menyebabkan sorotan tajam yang diarahkan kepada performa yang Lionel Messi.

Pemain dengan nomor punggung 10 itu dinilai tampil mengecewakan di Stadio Olimpico musim lalu dan di Anfield pada pertandingan ini. Messi menegaskan target timnya untuk menjadi juara Champions League pada awal musim 2018/2019 sebagai motivasi dan dukungan kepada rekan-rekannya sebagai kapten dari tim Barcelona.

Berbeda dengan Liverpool, performa manajer Liverpool, Jurgen Klopp dinilai mengalami perkembangan yang signifikan di Liverpool dan berhasil meningkatkan kualitas tim dan pemain yang dimilikinya sehingga bukan hal yang aneh jika mereka dapat bersaing dengan tim-tim papan atas di kalangan Inggris dan Eropa.

Meskipun manajer asal Jerman tersebut belum memberikan satupun piala bagi timnya, tetapi pencapaian dan perkembangan yang diberikannya sejauh ini merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh tim Liverpool yang mengalami berbagai kesulitan untuk mengalahkan tim papan atas lainnya sebelum menjabat menjadi manajer.

Melemahnya Lini Pertahanan di Anfield

Barcelona sebelumnya meraih kemenangan dengan skor 3-0 atas Liverpool di Camp Nou dalam leg pertama babak semifinal. Dua gol dicetak oleh Lionel Messi yang menunjukkan kemampuannya dengan dibantu rekan-rekannya yang juga menciptakan banyak peluang dan mengonversinya secara efektif. Hal ini juga terjadi di Anfield, namun bedanya kali ini The Reds yang justru melakukan hal tersebut.

Tekanan tinggi yang ditunjukkan sejak menit pertama pertandingan mampu menciptakan peluang yang baik dan gol tercipta oleh oleh Divock Origi serta Georginio Wijnaldum. Pada akhir pertandingan di Camp Nou, taktik yang digunakan oleh Liverpool dan performa lini belakang mereka mendapatkan sorotan dan kini akhir laga di Anfield giliran pertahanan Barca yang mendapatkan sorotan.

Anfield memang merupakan stadion tuan rumah Liverpool di Inggris yang dapat menghasilkan suasana yang menguntungkan bagi Liverpool sendiri dan mencekam bagi lawan yang mereka hadapidalam pertandingan kali ini Barcelona menjadi tim yang merasakan efek magis yang dapat terjadi di dalam stadion tersebut. Baru sepuluh menit berlaga, tim Liverpool sudah mencetak gol cepat oleh Divock Origi.

Gol ini tampaknya memberikan dampak yang signifikan terhadap kekuatan mental dari para pemain belakang dan tengah Barcelona dan membuat pertahanan mereka melemah dan tidak optimal. Berbagai kemenangan Liverpool sudah pernah diraih di Anfield, namun hingga saat ini kemenangan yang mereka dapatkan atas tim Barcelona di champions league 2018/2019 pantas disebut sebagai yang terbaik bagi mereka di stadion tersebut. Kemenangan Liverpool tentunya merupakan capaian cemerlang di dunia sepak bola Eropa dan juga kekalahan Barcelona di Anfield menandai melemahnya kekuatan tim Barcelona dengan Lionel Messi didalamnya. Banyak faktor yang terakumulasi dari hasil tersebut, dan ini adalah saat yang tepat untuk membenahi beberapa hal dalam tim sepak bola baik dari tim Liverpool dan Barcelona.

Comments are Disabled