Mengenal Allison Becker, Kiper Cemerlang Musim Ini

Pemain yang sebelumnya sudah menyita perhatian publik setelah menjadi kiper termahal di dunia, semakin dikenal setelah mengantarkan Liverpool menjadi juara Liga Champion. Benar, Allison Becker yang saat ini menjadi kiper andalan The Reds berhasil memberikan clean sheet dengan skor 2-0. Hal itu menghentikan lawakan yang sebelumnya selalu diberikan terhadap lini pertahanan liverpool.

Meskipun tak berhasil mengantarkan liverpool menjadi juara liga inggris, faktanya musim ini Liverpool mampu menjadi runner up dengan skor yang fantastis. Hanya berbeda 1 poin dengan juara liga inggris, Machester City, dengan hanya kebobolan 22 gol. Hal itu yang kemudian membuat Allison dianugerahi penghargaan sarung tangan emas.

Tak ada yang menyangka bahwa Allison akan menjadi bintangnya Togel musim ini, karena pada musim 2016/2017 ia masih menduduki kursi cadangan di AS Roma. Dalam waktu yang relatif singkat, namanya mencuat diantara para bintang dunia dalam berbagai media. Terutama ketika Liverpool berani membayarnya dengan 1,2 triliun yang akhirnya membuatnya sebagai kiper termahal di dunia.

Keberhasilannya pada musim 2017/2018 mengantarkan Roma menuju semifinal Liga Champion dianggap menjadi awal mula lonjakan karirnya. Apalagi kemudian Timnas Brazil juga mempercayakan posisi utama untuk Allison dalam ajang Piala Dunia. Mengubah secara drastis perjalanan karir seorang kiper cadangan yang bahkan merasa minder dengan dirinya sendiri.

Perjalanan Karir Allison Becker

Tak banyak yang tahu kalau sebenarnya darah seorang kiper sudah mengalir dari kakek buyut Allison Becker. Ibunya juga dulunya adalah seorang penjaga gawang tim bola tangan di sekolah, sedangkan ayahnya adalah seorang kiper untuk tim perusahaan. Saat piala dunia tahun 2002, ia kemudian mulai bermimpi untuk menjadi seorang kiper timnas brazil.

Posisinya sebagai anak paling kecil di keluarga membuatnya tak punya pilihan selain menjadi kiper ketika bermain bola. Hal itu yang justru kemudian menempa kemampuannya untuk menangkap bola dan menjadi pertahanan bagi tim. Lambat laun ia mulai menyukai perannya sebagai seorang kiper dan menyadari ketangkasan tubuhnya untuk menghalau bola.

Ia sempat mengalami masalah serius ketika tinggi badannya tidak berkembang sesuai dengan usia, padahal saat itu ia sudah bermain di Internacional di Porto Alegre. Ketika ia sudah mulai merasa ragu, ia memutuskan untuk tetap menunggu dan akhirnya berhasil mendapatkan tinggi ideal. Pada usia 16 tahun kemudian ia mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan timnas brazil U17.

Setelahnya karir Allison terus berlanjut hingga menjadi Roma tertarik untuk menjadikannya sebagai salah satu kiper mereka pada usia 23 tahun. Saat itu ia sudah bermain dalam 100 pertandingan bersama internasional dan sangat antusias dengan perpindahannya tersebut. benarlah, karena dari situ kemudian ia semakin dikenal sebagai salah satu kiper terbaik di dunia.

Karir Cemerlang Bersama The Reds

Allison Becker resmi menjadi kiper liverpool pada bursa transfer 2018/2019, menggantikan kiper sebelumnya yang disebut-sebut banyak membuat blunder, Loris Karius. Biaya yang dikeluarkan oleh liverpool pun tak tanggung-tanggung untuk bisa mendapatkan Allison. Wajar saja, karena saat itu ada beberapa klub besar lain yang sudah mengincarnya, seperti Chelsea dan Real Madrid.

Ketika ditanya tentang alasannya memilih Liverpool, ia menunjukkan ketertarikannya untuk bekerja sama dengan Jurgen Klopp. Terutama setelah pertandingan Liverpool melawan Roma pada semifinal Liga Champion 2017/2018, ia semakin tertarik dengan bagaimana Si Bos memainkan The Reds. Karenanya ia sangat bersemangat ketika ditawari untuk bergabung sebagai salah satu pemain.

Harapannya untuk bisa membantu Liverpool bangkit lagi mendapatkan gelar juara akhirnya menjadi kenyataan. Liverpool berakhir dengan skor yang fantastis di liga inggris dan berhasil bangkit kembali sebagai juara Liga Champion setelah puasa gelar selama bertahun-tahun. Ia telah memenuhi janjinya untuk memberikan yang terbaik bagi Liverpool.

Tak berhenti disitu, setelah ia membanggakan para fans The Reds dan memperoleh dua sarung tangan emas sekaligus, ia kembali bermain mengagumkan bersama timnas brasil. Di Copa America, ia berhasil mengantarkan tim brasil hingga ke babak final dan akhirnya menjadi juara. Sarung tangan emas ketiga ia dapatkan kemudian karena membuat brasil mampu bermain clean sheet dalam lima laga.

Gawang Allison hanya kebobolan setelah Paolo Guerrero melayangkan tendangan penalti ketika brasil melawan Peru, hingga akhirnya berakhir dengan skor 3-1. Namun hal itu tak menurunkan kekaguman dari para fans kepada Allison yang telah berhasil bermain tanpa kebobolan dalam sembilan laga terakhirnya. Bahkan beberapa menganggap bahwa Allison berpotensi untuk mendapatkan Ballon d’Or, jika terus mampu bermain apik dalam setiap pertandingan di musim berikutnya bersama Liverpool. Apalagi dengan kualitas pemain Liverpool yang saat ini dinilai oleh para ahli terus berkembang menjadi semakin bagus, baik dari lini serang, tengah maupun pertahanan.

Comments are Disabled